Pada hari Kamis, 26 September 2024, rombongan Universitas Darunnajah yang dipimpin oleh Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 3, bersama perwakilan dari Pusat Studi Bahasa dan Budaya, melakukan kunjungan resmi ke Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) yang berlokasi di Bekasi. Adapun delegasi yang hadir di antaranya H. Hendro Risbiyantoro, M.S. selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag. selaku Wakil Rektor 3 Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Admisi, serta Nesa Novrizal, S.Pd. dari Pusat Studi Bahasa dan Budaya.
Perjalanan dari Universitas Darunnajah menuju PUSIBA memakan waktu cukup lama akibat kemacetan yang biasa terjadi di wilayah Bekasi. Namun, pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di lokasi dan disambut dengan hangat oleh Direktur PUSIBA KH. Muhammad Arifin, M.A., serta Ustaz Wili Sali, yang juga merupakan wali santri di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.
Dalam suasana yang penuh keakraban, pertemuan tersebut berlangsung santai namun tetap produktif. Kesamaan latar belakang antara kedua lembaga, yakni Pondok Modern Darussalam Gontor, mempererat diskusi yang dipenuhi canda dan nostalgia tentang perjuangan para alumni pesantren yang kini berkiprah di berbagai bidang. Direktur PUSIBA sendiri adalah alumni Gontor dan adik tingkat dari Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., tokoh besar dalam lingkungan pesantren.

Setelah disuguhkan dengan buah-buahan, makanan ringan, dan minuman, diskusi formal dimulai. Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan membuka sesi dengan menekankan pentingnya program kerja sama antara Universitas Darunnajah dan Universitas Al-Azhar, Mesir. Program ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis global yang memberi peluang luar biasa bagi mahasiswa untuk meraih double degree. Mahasiswa akan mengikuti perkuliahan secara daring selama dua tahun di Universitas Darunnajah, sebelum melanjutkan studi secara tatap muka di Mesir. Dengan program ini, Darunnajah menegaskan posisinya sebagai mitra sejajar dalam pendidikan internasional, memberikan akses pendidikan berkelas dunia bagi para mahasiswanya.
Dr. Irfan juga menggali lebih dalam tentang teknis pendaftaran dan biaya kuliah yang harus dipersiapkan oleh para mahasiswa. PUSIBA memiliki kapasitas untuk menerima minimal 100 calon mahasiswa yang nantinya akan diberangkatkan ke Mesir untuk melanjutkan studi mereka di Universitas Al-Azhar. Program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan Islam di tingkat internasional.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun hubungan yang lebih erat antara Universitas Darunnajah dan PUSIBA, serta dalam mendukung program pendidikan internasional yang berkualitas.

