Ketua Pusat Studi Bahasa dan Budaya Universitas Darunnajah: “Kuliah Asyik, No Toxic!” di Hadapan Mahasiswa Baru Tahun 2024

Jakarta, 13 September 2024 – Nesa Novrizal, selaku Ketua Pusat Studi Bahasa dan Budaya serta Anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Darunnajah, menyampaikan materi bertema “Kuliah Asyik, No Toxic!” kepada para mahasiswa baru Universitas Darunnajah tahun 2024. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 16.30 WIB di Aula Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru yang antusias menyambut masa perkuliahan mereka.

Dalam paparannya, Nesa menekankan pentingnya kontribusi semua warga kampus dalam menciptakan suasana belajar yang positif, aman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan atau perilaku yang merugikan. “Masa kuliah adalah salah satu fase terpenting dalam kehidupan seorang mahasiswa. Di sini, mereka tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkan diri, mengeksplorasi minat, dan membangun jejaring sosial,” ujarnya.

Nesa menjelaskan bahwa di tengah dinamika pergaulan dan aktivitas kampus, setiap individu harus merasa aman, dihargai, dan bebas dari segala bentuk perilaku beracun. “Konsep ‘Kuliah Asyik, No Toxic!’ hadir sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang positif, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perilaku beracun,” tambahnya.

Dalam sesi tersebut, Nesa juga membahas kode etik yang harus dijunjung tinggi oleh mahasiswa dalam berinteraksi dengan universitas, dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan aman.

“Setiap orang memiliki hak dan kebebasan masing-masing, namun di sisi lain orang lain pun memiliki hak dan kebebasan yang sama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk saling menjaga, menghormati, dan memperhatikan sekitar kita,” pesannya dengan penuh semangat.

Di akhir sesinya, Nesa mengajak seluruh mahasiswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan kampus. Ia juga mengingatkan bahwa Universitas Darunnajah memiliki prosedur pelaporan tentang kekerasan seksual yang dapat diakses melalui website resmi PPKS Universitas Darunnajah. Dengan prosedur yang jelas dan mudah diakses, diharapkan tidak ada lagi korban yang merasa enggan atau takut untuk melaporkan kejadian kekerasan yang mereka alami.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *