Forum Ukhuwah Islamiyah “Ukhuwah Islamiyah dalam Polemik Afiliasi Israel

Jakarta, 31 Juli 2024 – Universitas Darunnajah mengutus Nesa Novrizal, Ketua Pusat Studi Bahasa dan Budaya, untuk menghadiri acara Dewan Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah. Acara tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan fatwa MUI dengan menyelenggarakan Forum Ukhuwah Islamiyah bertajuk “Ukhuwah Islamiyah dalam Polemik Afiliasi Israel” yang diadakan di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari perwakilan pondok pesantren, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, kepala badan pengelolaan masjid, dan ketua DKM masjid. Narasumber yang hadir dalam acara ini adalah:
1. Dr. KH. M. Cholil Nafis, MA: “Cintai Produk Dalam Negeri, Manifestasi Hubbul Wathon Minal Iman”
2. Prof. Asrorun Niam: “Ukhuwah Islamiyah dalam Polemik Afiliasi Israel”
3. Ahmad Fahrurozi Burhan: “Perspektif NU dalam Melindungi Umat dari Afiliasi Israel di Berbagai Sektor”
4. Imam Addaruqutni: “Perspektif Muhammadiyah dalam Melindungi Umat dari Afiliasi Israel di Berbagai Sektor”

Susunan Acara:
– 12.00-13.00: Registrasi dan Makan Siang
– 13.00-13.10: Pembukaan
– 13.10-13.20: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
– 13.20-13.30: Sambutan oleh Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA

Dalam sambutannya, Dr. KH. Marsudi Syuhud menekankan pentingnya membumikan dan melaksanakan ukhuwah Islamiyah yang nyata dan bersatu. Beliau menyatakan bahwa menciptakan ukhuwah adalah pilihan dan fatwa akan menjadi nizom (sistem) yang mempersatukan. Menurutnya, banyak orang gagal karena memilih untuk tidak memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya.

Sesi Pembicara:
1. Dr. KH. M. Cholil Nafis, MA:
Dalam presentasinya, beliau menyampaikan pentingnya mencintai produk dalam negeri sebagai manifestasi dari cinta tanah air. Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, sesuai dengan Fatwa MUI No. 14/Ijtima’ Ulama/VIII/2024. Beliau menjelaskan bahwa fatwa ini adalah langkah konkret untuk menghentikan produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan mendukung ekonomi nasional.

2. Prof. Asrorun Niam:
Beliau membahas tentang makna ukhuwah Islamiyah sebagai tindakan nyata dalam mewujudkan kemaslahatan kemanusiaan. Fatwa MUI No. 1/Ijtima’ Ulama/VIII/2024 mengenai prinsip hubungan antar bangsa juga disoroti, serta komitmen MUI dalam menginisiasi kebaikan seperti sertifikasi halal.

3. Ahmad Fahrurozi Burhan:
Ahmad Fahrurozi menekankan konsistensi NU dalam mendukung Palestina sejak dahulu kala. Beliau merujuk pada fatwa NU yang diterbitkan pada Majalah Berita NU edisi No. 22 Tahun ke-7 (20 Rajab 1357 / 15 September 1938) yang juga menunjukkan sikap tegas NU terhadap isu Palestina.

4. Imam Addaruqutni:
Sesi Tanya Jawab:
– Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan peserta yang antusias mengajukan pertanyaan kepada para narasumber, yang kemudian dijawab dengan komprehensif dan penuh tanggung jawab oleh para pembicara.

Acara ini menjadi platform penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menyosialisasikan fatwa-fatwa MUI yang bertujuan untuk melindungi umat Islam dari pengaruh afiliasi Israel dalam berbagai sektor. Dengan adanya forum ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya mencintai produk dalam negeri dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Bagikan:

One comment

Comments are closed.