
Pada hari Selasa, 20 Agustus 2024, Universitas Darunnajah menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag., seorang tokoh pendidikan nasional yang memegang berbagai jabatan penting, termasuk sebagai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Koordinasi Bidang Pendidikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (DPP-ADI). Acara ini berlangsung dari pukul 13.30 hingga 14.30 WIB di Aula Al-Ghozali Universitas Darunnajah. Tema yang diusung adalah “Peran Dosen dalam Penguatan Karakter Bangsa melalui Integrasi MKWK Menghadapi Indonesia Emas 2045,” yang sangat relevan dalam konteks pembentukan karakter generasi muda di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh moderator, Nesa Novrizal, S.Pd., yang memulai dengan pantun yang mencairkan suasana dan menghormati narasumber. Prof. Armai kemudian memberikan paparan mendalam mengenai kondisi mahasiswa saat ini, termasuk tantangan terkait budaya aksi, disiplin, krisis nalar, dan ketertiban demokrasi di kampus. Beliau mengaitkan tantangan-tantangan ini dengan isu-isu seperti pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang sering diwarnai kericuhan, serta dinamika dalam kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kampus) atau OSPEK.

Prof. Armai menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama bagi mahasiswa, mengutip pandangan seorang dosen yang menyatakan bahwa ketidakmampuan mahasiswa dalam suatu mata kuliah tidaklah sepenting ketidakmampuan mereka dalam memiliki adab dan moral. Dalam rangka menanamkan karakter ini, beliau memaparkan implementasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dan membahas sepuluh langkah penumbuhan pembiasaan serta penguatan lima nilai utama karakter dalam pendidikan tinggi.
Acara FGD ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para peserta, yang terdiri dari dosen dan pengelola Universitas Darunnajah. Diskusi yang terjadi memperkaya pemahaman peserta mengenai peran strategis dosen dalam penguatan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dianggap berhasil memberikan dampak positif dan membuka wawasan baru terkait pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum perguruan tinggi.




